BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam pengertian yang sederhana atau sempit
pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian)
yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat
tertentu. Atau dapat juga diartikan tempat bertemunya calon penjual dan
pembeli.
Sedangkan definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Sedangkan definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
Pasar atau
konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen akhir (pasar
konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah
sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya
untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri
dari individu-individu atau organisasi yang membeli barang untuk diproses lagi
menjadi barang lain dan kemudian dijual.
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa.
Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan
konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan
konsumsi. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini.
Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang
lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam
memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas
pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran
dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah
nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran
sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan
melalui proses pertukaran.
Definisi
yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak
lain.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian pasar
dan pemasaran?
2. Macam-macam pasar?
3. Bagaimana kegiatan
pemasaran?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui
pengertian pasar dan pemasaran?
2. Untuk mengetahui
Macam-macam pasar?
3. Untuk mengetahui
Bagaimana kegiatan pemasaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pasar Dan Pemasaran
Pada dasarnya pasar adalah temat pertemuan
antara penjual dan pembeli . atau pasar adalah daerah atau tempat (area) yang
didalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling
bertemu untuk membentuk suatu harga.[1]
Pasar dapat pula diartikan sebagai kelompok
orang-oran yang diorganisasikan untuk melakukan tawar-menawar (dan melakukan
tempat bagi penawaran dan permintaan) sehingga dengan demikian terbentuk harga.
Pengertian pertma biasanya disebut pengertian konkret, sedangkan pengertian yang
kedua disebut sebagai pengertian yang abstark.
Kedua pengertian di atas masih di anggap
sempit dan kurang lengkap, sehingga Wiliam J. Stanton mengemukakan pengertian
yang lain tentang pasar ini, yakni: pasar adalah orang-orang yang mempunyai
keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya.
Jadi dalam pengertian tersebut terdapat tiga factor utama yang menunjang
terjadinya pasar:
1. Orang dengan
segala keinginannya
2. Daya beli
mereka
3. Tingkah laku
dalam pembelian mereka.
Meskipun seseorang mempunyai keinginan untuk
membeli suatu barang, tetapi tanpa ditunjang oleh daya beli dan kemauan untuk
membelanjakan uangnya, maka orang itu bukan bagian dari pasar. Sebaliknya
seseorang mempunyai kemampuan tetapi bila ia tidak ingin membeli suatu barang
ia bukan merupakan pasar bagi penjualan barang tersebut; ini pendapatan Shanton
Pengertian pemasaran tidak lain daripada
suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan
konsumen. Atau dapat dikatakan pula bahwa pemasaran adalah semua kegiatan usaha
yang bertalian dengan arus penyerahan barang dan jasa-jasa dari produsen ke
konsumen dalam arti luas pemasaran meliputi pula hal-hal yang bersifat abstrak
seperti asuransi, surat-surat saham dan surat surat obligasi.
Beberapa ahli
memberikan bermacam-macam definisi tentang pemasaran antara lain:
1.
Philip dan
Ducan: Pemasaran meliputi semua
langkah yang digunakan atau dipergunakan untuk menempatkan barang-barang nyata
ke tangan konsumen.
2.
W.J Stanton: Pemasaran
meliputi keseluruahan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha,
yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hngga mempromosikan, dan
mendistribusikan barang-barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan pembeli, baik
yang actual maupun yang potensial.
3.
P.H Nystrom; Pemasaran
meliputi segala kegiatan mengenai penyaluran barang dan jasa dari tangan ke
produsen ke tangan konsumen
4.
American
Marketing Association: Pemasaran pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang
diarahkan pada arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Dengan demikian bahwa ruang lingkup pemasaran
merupakan proses perpindahan barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan
konsumen, tidaklah sederhana namanya. Jangkauan pemasaran sangatlah luas.
Berbagai tahap kegiatan harus dilalui oleh barang barang dan jasa sampai ke
tangan konsumen.
Ruang lingkup yang luas itu kemudian dapat
disederhanakan menjadi empat kegiatan utama yang lazim di sebut sebagai 4 P
dalam pemasaran.[2]
1.
Product: yang menyangkut pemiihan barang dan jasa yang
ditawarkan secara tepat.
2.
Price: menyangkut penetapan harga jual barang yang
sesuai dengan kualitas barang dan dapat dijangkau oleh konsumen.
3.
Place: menyangkut pemilihan cara pendistribusian
barang dan jasa sehngga sampai ke tangan konsumen.
4.
Promotion: menyangkut pemilihan kebijaksanaan promosi
yang tepat sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.
B.
Beberapa Macam
Pasar
Ada banyak
pengertian pasar yang dapat ditemui namun untuk keperluan pembahasan manajemen
pemasaran, akan digunakan pengertian sebagai berikkut:
Pasar adalah
sekumpulan orang/keluarga atau instasi yang mempunyai kebutuhan dan daya beli.
Pasar pada
hakikatnya di bagi 4 golongan yaitu:
1.
Pasar konsumsi adalah Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau
disewa oleh perorangan atau keluarga untuk penggunaan pribadi (tidak untuk
bisnis)
2.
Pasar
Industrial adalah Pasar untuk
barang dan jasa yang di beli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk
digunakan pada produksi barang atau jasa lain, baik untuk dijual ataupun untuk
disewakan (untuk proses bisnis lebih lanjut)
3. Pasar Reselier adalah Suatu pasar yang terdiri dari perorangan dan
organisasi, biasanya disebut pedagang-pedagang menenngah (middlemen)
a)
Dealer
b)
Distributor
c)
Grossier
d)
Agents
e)
Retails
Kesemuanya ini untuk keperluan penjualan
kembali atau menyewakannya kepada orang lain dengan memperoleh keuntungan
4. Pasar government adalah Suatu pasar yang terdiri dari unit-unit
pemerintah pusat dan daerah, maupun departemen yang membeli atau menyewa barang
untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah. Pasar ini adalah merupakan pasar yang
potensial (potensial market). Di government market ini kita mengenal adanya
anggotanya belanja untuk bermacam-macam sector antara lain:
a)
sector
pertahanan
b)
sector
pendidikan
c)
sector
perhubungan
d)
sector
kesehatan (rumah sakit, kesejahteraan masayarakat, dan lain sebagainya)
C.
Kegiatan
Pemasaran
Dalam manajemen
pemasaran yang maju, maka kegiatan pemasaran suatu perusahaan didefinisikan sebagai
berikut: manajemen pemsaran adalah suatu bagian kegiatan perusahaan yang sangat
erat berhubungan dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari:[3]
1.
mengetahui
kebutuhan dan minat khusus pasar
2.
menciptakan dan
menjamin adanya produk yang memnuhi kebutuhan pasar.
3.
menciptakan dan
memelihara pasar dari produk.
Kegiatan tersebut direncanakan, diorganisir
dan di kendalikan untuk memenuhi kehendak konsumen, pemilik, penyalur dan semua
pihak yang kepentingan atas kegiatan perusahaan tersebut.
Kegiatan pemasaran
tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan:
a. Riset pasar
Riset Pasar
adalah sesuatu yang penting dalam bisnis karena dengan riset pasar akan
diketahui apa yang dibutuhkan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui
pesaing-pesaing bisnis yang ada.
Riset pasar dan
strategi pemasaran sangat penting karena sebagai peletakan batu pertama untuk
membuat prodak/service yang laku. Riset Pasar juga berlaku untuk
industri-industri software menengah dan kecil, membuat prodak/service kemudian
menjualnya secara massal karena penjualan masal berpotensi memberikan
keuntungan yang lebih besar.
Dengan
mengetahui apa yang dibutuhkan pasar dan pesaing yang ada dapat membuat
prodak/service yang sesuai dengan pasar dan dapat membuat prodak/service yang
dapat bersaing. Dari hasil riset pasar dapat juga diketahui siapa yang
membutuhkan produk/service kita, dimana produk/service tersebut dibutuhkan dan
kapan produk/service tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk/sercvice seperti
apa yang dibutuhkan.
b. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian
dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai
kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat
keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang
berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
c. Penetapan harga
Harga adalah salah satu
unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya
menghasilkan biaya. Harga barangkali adalah unsur program pemasaran yang paling
mudah disesuaikan; ciri-ciri produk, saluran bahkan promosi membutuhkan lebih
banyak waktu. Harga juga mengkomunikasikan posisi nilai yang dimaksudkan
perusahaan tersebut kepada pasar tentang produk atau mereknya. Sebagai produk
yang dirancang dan dipasarkan dengan baik, dapat menentukan premium harga dan
mendapatkan laba besar
Harga tidak hanya sekedar
angka pada label atau barang. Sepanjang sejarah, pada umumnya harga ditetapkan
melalui negosiasi antara pembeli dan penjual. Secara tradisional, harga telah
diperlakukan sebagai penentu utama pilihan pembeli. Walaupun faktor-faktor non
harga telah makin berperan penting selama beberapa dasarsa belakangan ini,
harga masih tetap merupakan salah satu unsur terpenting dalam menentukan pangsa
pasar dan profitabilitas.
Bagaimana perusahaan
menetapkan harga. Perusahaan-perusahaan melakukan penetapan harganya dengan
berbagai cara:
1.
Di perusahaan-perusahaan kecil, harga sering ditetapkan pimpinan tertinggi.
2.
Di perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga ditangani manajer divisi
dan lini produk.
3.
Yang lain menggunakan harga sebagai alat strategi penting. Mereka
mengkustomisassi harga dan penawaran berbasis pada nilai dan biaya segmen.
d. Promosi
Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi
pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,
mempengaruhi/ membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan
produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang
ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.[4]
Sementara Sistaningrum mengungkapkan arti
promosi adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi
”konsumen aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan
pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan
datang. Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang
ditawarkan pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut dilancarkan
perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan
pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan
promosi menurut Tjiptono adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan
membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelangggan tentang
perusahaan dan bauran pemasarannya. Sistaningrum menjelaskan tujuan promosi
adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk
tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama,
yaitu sama-sama menjelaskan bila produk masih baru maka perlu memperkenalkan
atau menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang tidak
kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk yang baru,
diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga beralih ke produk
tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar mengingatkan bahwa produk
tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan karena banyaknya
serangan yang datang dari para pesaing.
Dalam melakukan promosi agar dapat
efektif perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai
jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam
meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain :[5]
1.
Periklanan
(Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan
untuk merangsang pembelian.
2.
Penjualan Tatap
Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi
lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk
merangsang pembelian.
3.
Publisitas
(Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau
kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/ berita tentangnya
(pada umumnya bersifat ilmiah).
4.
Promosi
Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk
diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5.
Pemasaran
Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara
langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.
e. Penjualan
Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu
untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha
pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang
menghasilkan laba. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan,
karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen
yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui
hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi, penjualan adalah suatu transfer
hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer
barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti
pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.
Sering kegiatan tersebut di kelompokkan menjadi
4 bagian besar, dan di kenal sebagai 4 P. product, price, promotion dan place.
kegiatan pemasaran tersebut diatas yang
dikelompokkan menjadi 4P adalah merupakan marketing mix. Marketing Mix adalah
kerngaka daripada suatu keputusan pemasaran yang variable (marketing decision
variable) daam setiap perusahaan di dalam waktu atau sampai batas waktu
tertentu/khusus.
Produk
Produk secara singkat menurut Philip Kotler
dapat didefinisikan sebagai berikut:“Produk adalah apa yang diapat ditawarkan
daidalam pasar untuk dipertahankan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi sehingga
dapat memusaskan keinginan atau kebutuhan termasuk didalam adalah objek fisik,
jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan.”[6]
Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud produk adalah suatu yang
berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud yang lazim disebut jasa. Dari
definisi diatas terkandung tiga makna yang perlu dibedakan:
1.
Produk ini yang
merupakan manfaat yang dicari oleh pembeli.
2.
Produk formal
yaitu obyek fisik yang ditawarkan seperti : kemasan, merek, mutu
3.
Produk yang
disempurnakan yaitu mencakup keseluruhan manfaat yang diberikan oleh produk
formal.
Dari ketiga makna produk, menumbulkan gagasan
bagi pemasar selalu mempertimbangkan konsumsi konsumen yaitu bagaimana cara
seseorang membeli, bukan semata-mata dipengaruhi oleh manfaat yang dicai,
melainkan dipengaruhi oleh faktor –faktor lain yang menyertai barang yang
bersangkutan. Maka dari itu produk digolongkan menjadi:
1.
Penggolongan
menurut tujuan pemakainya
a.
Barang konsumsi
Barang konsumsi
yaitu barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan, jadi barang ini untuk
dikonsumsikan sendiri dan tidak digunakan untuk proses produksi. Barang
konsumsi dapat dibedakan menjadi:
1)
Barang
konvenien, yaitu barang yang mudah dipakai pembeliannya dapat disembarang
tempat dan pada setiap waktu.
2)
Barang shopping,
adalah barang yang harus dibeli dengan mencari terlebih dahulu dan didalam
pembeliannya harus dipertimbangkan secara matang.
3)
Barang special
adalah barang yang mempynyai ciri khas dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu
saja, untuk memperolehnya konsumen harus mengeluarkan pengorbanan yang sangat
besar
b.
Barang industry
Adalah yang
dibeli untuk menghasilkan barang lain atau untuk menyelenggarakan suatu usaha.
2.
Penggolongan
menurut tingkat konsumsi dan konkret tidaknya suatu barang
a.
Barang tahan
lama Adalah barang konkret yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu
b.
Barang tidak
tahan lama Adalah barang konkret yang habis dikonsumsikan setelah digunakan
sekali atau beberapa kali
c.
Jasa Adalah
kegiatan, kegunaan atau kepuasan yang dijual berdasarkan.
Kebijakan
Harga
Dalam penetapan harga jual, perusahaan harus
memperhatikan berbagai pihak antara lain para konsumen akhir, para penyalur,
saingan, para suplier, bahan, dana, tenaga kerja dan para manager perusahaan
yang bersangkutan. Segala keputusan yang berhubungan dengan harga akan sangat
mempengaruhi beberapa aspek kegiatan perusahaan, baik menyangkut kegiatan
penjualan maupun aspek keuntungan yang mau dicapai oleh perusahaan.
Dengan demikian semua keputusan yang berkaitan
dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara sungguh-sungguh dan
mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern perusahaan. Marius P
Angipora mendefinisikan kebijakan harga sebagai berikut: Tuntutan atau pedoman
managerial yang akan diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan dimasa yang
akan datang bila mana situasi menuntutnya.[7]
Dengan deikian sebuah kebijakan dapat menjadi
suatu tindakan konkrit yang secara rutin diikuti bila mana sebuah situasi
taktis atau strategis tertentu menuntutnya.
Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan manfaatnya dianggap banyak, maka harga akan dinilai murah. Tetapi apabila presepsi konsumen terhadap kualitas rendah dan manfaatnya dianggap kurang, maka harga umumnya dianggap mahal, dengan dasar pemikiran yang demikian.
Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan manfaatnya dianggap banyak, maka harga akan dinilai murah. Tetapi apabila presepsi konsumen terhadap kualitas rendah dan manfaatnya dianggap kurang, maka harga umumnya dianggap mahal, dengan dasar pemikiran yang demikian.
Harga bisa juga didefinisikan suatu takaran
perbandingan antara pengorbanan dan manfaat dalam pikiran (asumsi konsumen).
Untuk mencapai keunggulan dalam harga, menurut Michael Treacy, diperlukan
keunggulan operasional (operational exelence) dengan keunggulan operasional
akan memberikan perpaduan kualitas, harga dan kemudahan dalam membeli.[8]
Dengan keunggulan dalam pelaksanaan operasi
perusahaan, maka perushaan akan dapat menekan biaya produksi. Dengan demikian
harga jual dapa ditekan lebih rendah lagi.
Namun presepsi konsumen tidak secara mutlak mampu membuat konsumen mengabaikan harga. Sebab konsumen pada umumnya memiliki suatu acuan dalam menilai harga. Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:
Namun presepsi konsumen tidak secara mutlak mampu membuat konsumen mengabaikan harga. Sebab konsumen pada umumnya memiliki suatu acuan dalam menilai harga. Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:
a. Harga produk lain.
b. Perubahan waktu pembelian
c. Lingkungan pembelian
Selain hal penetapkan harga diatas , Perusahaan
juga dapat menggunakan cara dengan melakukan pendekatan penetapan
harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat
perimbangan berikut ini yakni:
1. Cost-Based
Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)
a) Cost-Plus-Pricing
(Penetapan harga biaya plus)
Metode ini
merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini
menambah standar mark-up terhadap biaya produk.
b) Break Even
Analysis and Target Profit Pricing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga
laba sasaran).
Suatu metode
yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau
membuat target laba yang akan dicari.
2. Value-Based
Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini
menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk
menetapkan suatu harga.
3.
Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)
a) Going-rate
Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)
Perusahaan
mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan
permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau
lebih rendah dan pesaing utamanya.
b) Scaled-Bid Pricing
(Penetapan harga penawaran tertutup)
Perusahaan
menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau
permintaan perusahaan.
Distribusi/Place
Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk
dipasarkan, tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menentukan metode
dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Hal ini
menyangkut strategi penyaluran dan termasuk didalam pemiilihan penyaluran
distribusi.
Secara singkat saluran distribusi menurut Drs.
Basu Swasta tersebut dapat didefinisikan sebagai saluran distribusi untuk suatu
barang adalah:
“Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri”.
“Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri”.
Willian J. Stanto membagi gambaran umum
mengenai saluran distribusi yang paling banyak digunakan untuk barang hasil
produksi buat konsumen atau pemakai industri antara lain:[9]
1. Distribusi
barang-barang konsumen
a.
Produsen
Konsumen
Merupakan
saluran distribusi paling pendek dan sederhana untuk arang konsumen tanpa
campur tangan perantara
b.
Produsen
Pengecer Konsumen
Dalam saluran
distribusi ini, perusahaan pengecer besar membeli lansung dari produsen
industry
c.
Produsen
Pedagang besar Pengecer Konsumen
Disebut juga
saluran tradisional karna beribu-ribu pengecer kecil dan produsen industri
kecil menganggap saluran ini sebagai saluran paling ekonomis.
d.
Produsen Agen
Pengecer Konsumen
Dari pada
menggunakan pedagang pasar, produsen banyak menggunakan agen, makelar atau agen
perantara lain untuk mencapai pasar eceran, khususnya perusahaan besar pengecer
e.
Produsen Agen
Pedagang besar Pengecer Konsumen
Untuk dapat
mencapai pengeceran kecil, produsen juga menggunakan perantara yang menghubungi
pasar besar yang menjual kepada pengecer kecil.
2. Distribusi
barang industry
a. Produsen
Pemakai Industri
Hubungan
lansung ini menyalurkan produksi industri dengan nilai dolar lebih besar
dibandingkan dengan saluran distribusi lain
b.
Produsen Distributor
Industri Pemakai
Produsen
peralatan assesoris kecil kerap kali memasuki pasaran mereka
c.
Produsen Agen
Pemakai
Perusahaan yang
hendak memasarkan produk baru atau hendak memasuki pasaran baru lebih suka
menggunakan agen dari pada tenaga penjual
e. Produsen Agen Distributor
Industri Pemakai
Cara ini
dipakai dalam keadan produsen tidak menjual maupun menjual lewat agen lansung
kepada pemakai industri.
4. Promosi
Luas ruang lingkup kegiatan promosi dipengaruhi
oleh macam-macam kegiatan yang dipergunakan. Dan kegiatan promosi dari
perusahaan saingan merupakan faktor lain yang perlu dipertimbangkan oleh
perusahaan dalam memasarkan produknya. Promosu menurut Basu Swaswa Dh adalah:
“Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang
atau organisai kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran.”[10]
Philip Kotler membagi kegiatan promosi kedalam
beberapa element, antara lain:[11]
a. Periklanan
Yaitu setiap
penyajian yang bukan dengan orang pribadi dan promosi, ide-ide, barang atau
jasa dengan pembayaran oleh suatu sponsor tertentu. Adapun fungsi-fungsi
periklanan adalah sebagai berikut:
1)
Memberikan
informasi.
2)
Membujuk atau
mempengaruhi
3)
Menciptakan
kesan (image)
4)
Memuaskan
keinginan
5)
Periklanan
merupakan alat komunikasi
b. Penjualan
pribadi (pesonal selling)
Yaitu penyajian
yang secara lisan dalam percakapan bersama calon pembeli dengan tujuan
melaksanakan jual beli.
Fungsi dari
tenaga penjualan adalah:
1)
Mengadakan
analisa pasar
2)
Menentukan
komunikasi
3)
Memajukan
langganan
4)
Memperhatikan
langganan
5)
Mengatasi
masalah
6)
Mengatur waktu
7)
Mengalokasi
sumber-sumber
8)
Meningkatkan
kemampuan diri
c. Promosi dagang
Yaitu ransangan
(stimulation) jangka pendek untuk mendorong jual beli suatu barang atau jasa.
1)
Pembelian
contoh (product sampling)
2)
Kupon atau nota
3)
Hadiah
4)
Kupon berhadiah
5)
Undian
d. Publisitas
Yaitu
penggairahan bukan bribadi untuk meransang permintaan terhadap suatu barang
atau jasa, atau suatu unit niaga dengan menanam berita dengan sifat komersil
dalam suatu media penerbitan atau untuk memperoleh penyajian baik dalam siaran
radio, TV, atau dipentas tanpa lansung dibayar oleh seorang sponsor.
Sofyan Assauri memandang tentang sifat - sifat
yang terdapat pada publisitas dalam buku “Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan
Strategi adalah :[12]
1. Tingkat
kebenaran atau kepercayaan yang tinggi
Pemberian
publisitasyang diberikan pada masyarakat dianggap sebagai suatu yang benar atau
lebih dipercaya daripada bila berita tersebut dikeluarkan dengan sponsor
daripenjualan sebagai bertanya tidak memihak.
2. Mendramatisir
Sepersi
advantasi, publisitas juga mempunyai kemampuan untuk menggambar produk atau
jasa perusahaan dalam bentuk cerita yang jelas. Oleh karena itu perusahaan
harus dapat berusaha mempengaruhi para konsumen untuk dapat menciptakan
permintaan atau produknya, yang merupakan salah satu bauran pemasaran secara
keseluruhan dan dikendalikan dengan baik akan dapat meningkatkan penjualan dan
market share.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pasar tempat
dimana ada penjual, pembeli, dan kegiatan transaksi. Sedangkan pemasaran adalah
sebuah proses atau kegiatan yg didalamnya terdapat unsur-unsur pasar. Jadi
pasar dan pemasaran saling berhubungan satu sama lain.
2. Orentasi
pemasaran dimana Aktivitas pemasaran telah berkembanng maju sejalan dan
mengikuti dengan tahap perkembangan ekonomi. Konsep pemasaran yang dianggap
maju/baru akan beronterasi ke pasar/konsumen. Sedangkan konsep pemasaran yang
lama berorientasikan ke arah product.
3. Macam-macam Pasar
a.
Pasar konsumsi adalah Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau
disewa oleh perorangan atau keluarga untuk penggunaan pribadi (tidak untuk
bisnis)
b.
Pasar
Industrial adalah Pasar untuk
barang dan jasa yang di beli atau disewa oleh perorangan atau organisasi untuk
digunakan pada produksi barang atau jasa lain, baik untuk dijual ataupun untuk
disewakan (untuk proses bisnis lebih lanjut)
c.
Pasar Reselier adalah Suatu pasar yang terdiri dari perorangan dan
organisasi, biasanya disebut pedagang-pedagang menenngah (middlemen)
d.
Pasar
government adalah Suatu pasar
yang terdiri dari unit-unit pemerintah pusat dan daerah, maupun departemen yang
membeli atau menyewa barang untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah. Pasar ini
adalah merupakan pasar yang potensial (potensial market).
4. Kegiatan pemasaran
Dalam manajemen pemasaran yang maju, maka
kegiatan pemasaran suatu perusahaan didefinisikan sebagai berikut: manajemen
pemsaran adalah suatu bagian kegiatan perusahaan yang sangat erat berhubungan
dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari:
a. Mengetahui
kebutuhan dan minat khusus pasar
b. Menciptakan dan
menjamin adanya produk yang memnuhi kebutuhan pasar.
c. Menciptakan dan
memelihara pasar dari produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar