Rabu, 31 Mei 2017

implementasi manajemen stratejik dalam organisasi dan persahaan



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan (threads) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat berreaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencanan-perencanaan strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa maksud dari implementasi?
2.      Dalam mengimplementasikan strategi dalam perusahaan hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan?
3.      Sebutkan program-program yang harus dikembangkan?




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian implementasi
Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci suksesnya dari manajemen strategi. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus dilihat seperti dua sisi mata uang. Peletakkan strategi pada perencanaan ini meliputi tiga aspek, yaitu; program, anggaran, dan prosedur. Program, meliputi rencana penyelesaian mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Anggaran, meliputi dana yang dikeluarkan dalam pelaksanaan program implementasi yang direncanakan oleh manajemen.Prosedur, mengenai urutan langkah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program.[1]

B.     Implementasi Strategi Dalam Perusahaan
Pengimplementasian strategi dalam perusahaan ini membutuhkan pihak-pihak yang dapat saling berkolaborasi dalam pelaksaannya baik dari atasan sebagai pengesah keputusan strategi, manajemen sebagai pembuat rencana dan karyawan sebagai pelaksana dalam pemenuhan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:[2]



1.      Program
Tujuan dari program adalah untuk membuat tindakan-berorientasi pada strategi. Berbagai program baru telah dikembangkan, diantara adalah sebagai berikut :[3]
a.       Program restrukturisasi
b.      Program periklanan
c.       Program pelatihan
d.      Program untuk mengembangkan prosedur pelaporan
e.       Program modernisasi
2.      Anggaran
Proses anggaran dimulai setelah program dikembangkan. Perencanaan sebuah anggaran merupakan pengecekkan akhir yang nyata dari sebuah korporasi terhadap kelayakan strategi yang dipilihnya.Sebuah strategi yang ideal mungkin ditemukan menjadi tidak praktis hanya setelah program-program implementasi khusus dibiayai secara rinci.[4]
3.      Prosedur
Setelah anggaran diprogram, divisional dan perusahaan disetujui, maka prosedur operasi standar harus dikembangkan. Mereka merinci secara khusus berbagai aktivitas yang harus dilaksanakan untuk menyempurnakan program-program korporasi. Disamping itu, mereka harus diperbaharui untuk mewakili beberapa perubahan teknologi seperti yang ada dalam strategi. Dalam kasus akuisisi Ajax Corporation terhadap toko-toko eceran Jones Surplus, prosedur-prosedur operasi baru harus dibangun seperti : toko-toko promosi, pemesanan persediaan, pemilihan barang dagangan, hubungan pelangggan, fasilitas belanja kredit, distribusi gudang penyimpanan, harga, batas pembayaran melalui cek giro, penanganan keluhan pelanggan, serta promosi dan kenaikan berkala jabatan karyawan. Prosedur-prosedur ini akan memastikan bahwa operasional harian toko akan selalu tetap dan stabil sepanjang waktu (yaitu aktivitas minggu yang akan datang akan sama dengan aktivitas minggu ini) dan konsisten diantara toko-toko yang lainnya (misalnya tiap toko akan beroperasi pada standar pelayanan yang sama seperti yang lainnya).[5]

C.     Langkah Dalam Pengembangan Organisasi
Langkah Pertama manajemen perlu secara detail mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan baik langsung maupun tidak langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR), pengujian dan penilaian, proses perencana-an program dan kegiatan, implementasi, pengendalian dan pe-ngawasan.
Langkah Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Ketiga yaitu mencoba mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan diantara output yang dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh organisasi.[6]








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.
Pengimplementasian strategi dalam perusahaan ini membutuhkan pihak-pihak yang dapat saling berkolaborasi dalam pelaksaannya baik dari atasan sebagai pengesah keputusan strategi, manajemen sebagai pembuat rencana dan karyawan sebagai pelaksana dalam pemenuhan keputusan.
Tujuan dari program adalah untuk membuat tindakan-berorientasi pada strategi. Berbagai program baru telah dikembangkan, diantara adalah sebagai berikut :
1.      Program restrukturisasi
2.      Program periklanan
3.      Program pelatihan
4.      Program untuk mengembangkan prosedur pelaporan
5.       Program modernisasi


[1] Amir Taufiq,  Manajemen Strategik, (Jakarta. PT Raja Grafindo Persada, 2011), Hlm. 2
[2] Hadari Nawawi, Manjemen Strategi, (Yogyakarta: Gadjah Mada Pers, 2005), Hlm. 22
[3] Ibid.,
[4] Ibid., Hlm. 23
[5] Ibid.,
[6] Winardi,  Pemikiran Sistemik Dalam BIdang Organisasi dan Manajemen, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2005), Hlm. 111

FORMLA STRATEGI BISNIS DI TINGKAT KORPORATE, UNIT BISNIS, DAN DI TINGKAT FNGSIONAL



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setelah melakukan analisis lingkungan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh manajemen perusahaan adalah menentukan cara untuk mencapai arah yang telah ditentukan tersebut. Untuk alasan itulah maka proses manajemen strategi berikutnya adalah melakukan formulasi strategi.
Untuk keperluan formulasi strategi ini manajemen perusahaan sangat memerlukan dan mengandalkan hasil analisis lingkungan dalam hal menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan untuk memulai proses formulasi strategi ini.
Sebelum proses strategi dimulai, biasanya beberapa pertanyaan mendasar harus terjawab terlebih dahulu oleh manajemen perusahaan. Karena bagaimanapun pertanyaan tersebut diharapkan mampu menyediakan suatu kerangka umum untuk menganalisis situasi perusahaan secara obyektif, yang selanjutnya dapat membantu manajemen dalam melakukan formulasi strategi secara lebih efektif.
Untuk memperjelas telaah mengenai manajemen strategi dalam makalah ini, kami akan mencoba menjabarkan formulasi strategi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari korporat?
2.      Sebutkan tingkatan apa sajakah dalam formula strategi?
3.      Apa tahapan yang pertama dalam formla strategi?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Korporat (korporasi)
Pada dasarnya korporasi adalah suatu organisasi perusahaan yang telah berdiri dan beroperasi menjalankan aktivitas kepengusahaan dalam satu atau beberapa bidang bisnis. Dengan demikian suatu korporasi berupaya terus mengembangkan satu bisnis atau beberapa bisnis yang ada dalam perusahaannya. Dalam rangka upaya untuk menumbuhkembangkan bisnis perusahaan didalam korporasinya, maka suatu korporasi menetapkan arah pengembangannya yang dikenal dengan strategi korporasi.[1]
Strategi korporat merupakan suatu strategi untuk mengarahkan perusahaan masuk atau keluar dari bisnis, dan untuk menentukan bagaimana suatu perusahaan induk meningkatkan nilai serta memberikan panduan bagaimana memanajemen portofolio bisnis dan arah penciptaan value. Strategi korporat bisa melakukan pengembangan pasar baru diluar pasar tradisional maupun melakukan pengembangan produk baru melalui backward dan forward integrasi.[2] 
Analisis strategi tingkat Korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, dan bisnis yang didivestasi.[3]

B.     Tingkatan Formulasi Strategi
Secara sederhana, formulasi strategi perusaan itu terdiri dari tiga tingkatan pengambilan keputusan. Pertama, posisi pucak adalah tingkatan korporat yang biasanya terdiri dari para direksi dan CEO. Tugas utama mereka adalah, memikirkan masa depan perusaan secara komprehensif. Kedua, posisi menengah adalah tingkat usaha yang biasanya terdiri dari menejer-mnejer tingkat divisi dari suatu perusahaan. Menejer-menejer ini harus menerjemahkan pernyataan-pernyataan dan maksud yang di inginkan da;am tingkat korporat ke dalam tujuan-tujuan yang riil di dalam divisinya masiing-masing. Ketiga adalah tingkat fungsional. Mereka mengembangkan tujuan tahunan dan strategi-strategi jangka pendek pada berbagai fungsi perusahaan seperti SDM, keuangan, produksi, pemasaran dan lain sebagainya.[4]
1.      Formulasi strategi korporat
Trategi korporat tidak lain adalah pedoman umum menajerial yang dipergunakan bagi organisasi multi bisnis yang merupakan rencana menajerial bagi satu bisnis saja, maka strategi korporat merupakan payung utama bagi seluruh bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karenanya tugas semacam ini hanya akan di lakukan oleh pimpinan pucak organisasi dan beberapa orang kuci laindalam jajaran manajemen puncak.[5]
Dalam kaita itu maka paling tidak ada empat area yang menjadi perhatian utama dalam memformulasi strategi korporasi bagi organisasi multi bisnis.[6]
a.       Menciptakan kombinasi multi bisnis
b.      Mengelola dan mendorong kinerja multi bisnis
c.       Mencari bentuk kombinasi portofolio bisnisuntuk membentuk sinergi
d.      Menentukan skala prioritas dan alokasi sumber daya produktif
2.      Formulasi strategi unit bisnis
Formulasi strategi pada tingkat unit bisnis atau tingkat divisi harus sejalan dengan formulasi strategi bisnis secara keseluruhan dari perusahaan. Formulasi strategi pada tingkat unit bisnis dilakukan dengan melibatkan para pengambil keputusan pada unit bisnis. Salah satu pendekatan yang cukup mudah dan banyak dikenal dalam memformulasikan strategi pada tingkat unit bisnis adalah dengan menggunakan strategi generic yang dikemukakan oleh Michael porter yaitu pendekatan untuk mengungguli pesaing dalam industri, berarti semua kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri, yaitu ancaman pesaing baru, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar menawar pembeli, ancama produk pengganti, dan persaingan antar perusahaan yang sudah ada dalam industri.[7]
Pilihan perusahaan mengeanai strategi, atau kelompok strategi untuk bersaing, adalah di dasarkan pada proses menganalisis semua faktor-faktor seperti yang telah di sebutkan sebelumnya. Faktor-faktor tersebut adalah ancaman masuknya pendatang baru, kekuatan tawar menawar pembeli dan pemasok, ancaman produk pengganti dan persaingan antara perusahaan yang ada. Dengan kata lain, merumuskan strategi persaingan dalam suatu lingkungan industri dapat di pandang sebagai pilihan mengenai kelompo strategis mana yang bersaing di dalamnya. Untuk kepentingan inilah Michael poeter kemudian menyarankan tiga strategi yang harus di pertimbangkan oleh perusahaan: Yaitu strategi keunggulan biaya, diverensiasi, dan fokus.[8]
3.      Formulasi strategi fungsional
Formulasi strategi fungsional di lakukan untuk tiap-tiap fungsi dari suatu perusahaan. Bidang fungsional di berbagai perusahaan sangat bervariasi. Akan tetapi biasanya bidang utamanya meliputi strategi pemasaran, sumber daya manusia, operasional, riset, dan penembangan, serta strategi keuangan, strategi tersebut akan menghasilkan tugas-tugas khusus yang di bentuk sebagai realisasi strategi bisnis.[9]




C.     Tahapan Formulasi Strategi
Jadi, dapat diketahui formulasi mempunyai tahapan implementasi sebagai berikut:[10]
1.      Pengumpulan dan Analisis Keterangan Strategis. Adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan-kecenderungan yang terjadi pada saat ini dan yang akan datang baik dari segi eksternalnya (pasar, persaingan, teknologi, regulasi, dan keadaan ekonomi) maupun segi internalnya (nilai organisasi, keunggulan dan kemampuan, hasil produkdan pasar,dan kebijakan strategis yang lalu)
2.      Formulasi Strategi. Tim ini pulalah harus memeriksa beberapa masa depan alternatif dan menyeleksinya serta menciptakan profil atau visi strategis yang berfokuskan pada ke sembilan pertanyaan tersebut. Kekuatan formulasi sangat tergantung pada kekuatan proses yang dilalui atau yang dialami oleh tim dalam membuat keputusan.
3.      Perencanaan Proyek Induk Strategis. Dengan menggunakan metode management proyek yang canggih dan benar dimana rencana disusun, dijelaskan, diprioritaskan, ditahap-tahapkan, dijadwalkan, disumberdayakan dan diimplementasikan serta dipantau (diawasi), maka proyek-proyek tersebut dapat dioptimalkan dalam suatu portofolio.
4.      Implementasi Strategi. Tahap ini adalah tahap pelaksanaan (implementasi) yang mana kualitas suatu proyek sangat diharuskan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang handal, cepat dan akurat yang dimulai dari tingkat rendah (lower management) hingga ke tingkat yang tinggi (top management).
5.      Pemantauan, Peninjauan dan Pembaharuan Strategi. Di tahap ini dibutuhkan indikator internal (kemajuan di bidang tujuan dan langkah strategis, kemajuan proyek) maupun indikator eksternal (validitas asumsi dasar yang menjadi penciptaan visi). Umpan balik (feedback) dari berbagai sumber kegiatan baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang harus dioptimalkan secara terus menerus.

D.    Memformulasikan Strategi
Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang. Analisa SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi. Adapn maksd dari analisis SWOT, yakni:[11]
1.      Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).
2.      Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.
3.      Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.
4.      Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Jadi dapa saya simplkan dari makalah yang saya jelaskan yakni: korporasi adalah suatu organisasi perusahaan yang telah berdiri dan beroperasi menjalankan aktivitas kepengusahaan dalam satu atau beberapa bidang bisnis.
Secara sederhana, formulasi strategi perusaan itu terdiri dari tiga tingkatan pengambilan keputusan. Pertama, posisi pucak adalah tingkatan korporat yang biasanya terdiri dari para direksi dan CEO. Kedua, posisi menengah adalah tingkat usaha yang biasanya terdiri dari menejer-manejer tingkat divisi dari suatu perusahaan. Ketiga adalah tingkat fungsional, Mereka mengembangkan tujuan tahunan dan strategi-strategi jangka pendek pada berbagai fungsi perusahaan seperti SDM, keuangan, produksi, pemasaran dan lain sebagainya.
Jadi, dapat diketahui formulasi mempunyai tahapan implementasi yakni tahapan yang pertama adalah Pengumpulan dan Analisis Keterangan Strategis. Adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan-kecenderungan yang terjadi pada saat ini dan yang akan datang baik dari segi eksternalnya (pasar, persaingan, teknologi, regulasi, dan keadaan ekonomi) maupun segi internalnya (nilai organisasi, keunggulan dan kemampuan, hasil produkdan pasar,dan kebijakan strategis yang lalu).



[1] Sofjan Assauri, “Strategic Management Edisi II”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013) Hlm. 105
[2] Suwinto Johan, “Implementasi Strategi Bisnis Dan Korporasi Melalui Merger Dan Akuisisi”, (Jakarta: Gajah Mada Pers, 2011), Hlm. 71
[3]  Ibid.,
[4] Iwan Purwoto, Manajemen Strategi, (Bandung: Gramedia, 2006), Hlm. 135
[5] Ibid.,
[6] Ibid., Hlm. 136
[7] Ibid., Hlm. 137
[8] Ibid., Hlm. 142
[9] Ibid., Hlm. 151
[10] Amir Taufiq,  Manajemen Strategik, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), Hlm. 111
[11]  Ibid., Hlm. 113-114

SEJARAH PERADABAN ISLAM

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Sejarah peradaban islam mempunyai dua konsep. Pertama, sejarah memberikan pem...