Minggu, 04 Juni 2017

Menilai Kebutuhan Usaha



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pendirian suatu usaha berkaitan erat dengan penyediaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan usaha tersebut. Kebutuhan usaha yang diperlukan mulai dari persiapan perusahaan berdiri sampai beroperasi. Dengan kata lain, kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan usaha dari awal hingga perusahaan beroperasi.
Kebutuhan usaha yang diperlukan terdiri dari beragam jenis, tergantung dari bidang usaha masing-masing perusahaan. Artinya jenis dan jumlah kebutuhan antara satu bidang dengan bidang yang lain jelas berbeda. Dengan diketahuinya total kebutuhan usaha, dapat diketahui beberapa kekurangan dana yang dimiliki sekarang ini. Untuk menutup kekurangan biaya kebutuhan usaha tersebut dapat dicarikan dari berbagai sumber, baik dari modal sendiri maupun modal pinjaman. Namun biasanya untuk usaha yang baru berjalan, pihak perbankan sulit atau bahkan tidak mau meminjamkan modal.



B.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diuraikan pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana cara menilai kebutuhan usaha?
2.      Baagaimana cara memperoleh modal?

C.  Tujuan
Tujuan yang dapat dicapai pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Mampu menilai kebutuhan usaha.
2.      Mampu memperoleh modal

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kebutuhan Usaha
Pendirian suatu usaha berkaitan erat dengan penyediaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan usaha tersebut. Kebutuhan usaha yang diperlukan mulai dari persiapan perusahaan berdiri sampai beroperasi. Dengan kata lain, Kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan usaha dari awal hingga perusahaan beroperasi.
Kebutuhan usaha yang diperlukan terdiri dari beragam jenis tergantung dari bidang usaha masing-masing perusahaan. Artinya jenis dan jumlah kebutuhan antara satu bidang dengan bidang yang lain jelas berbeda. Misalnya, bidang usaha yang berbeda dengan bidang industry, berbeda pula dengan bidang pertanian cokelat.[1]
Baik jenis maupun jumlah kebutuhan usaha memerlukan penilaian secara benar dan akurat. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan pada saat usaha hendak dijalankan. Kekurangan akan menyebabkan adanya penambahan biaya dan kelebihan mengakibatkan ada yang mubazir dan tidak bermanfaat sehingga pengeluaran biaya menjadi kelebihan. Jumlah kebutuhan usaha perusahaan juga disesuaikan dengan tujuan perusahaan saat ini. Namun, dapat pula dibuat kebutuhan untuk beberapa periode kedepan. Penyusunan kebutuhan ini harus dilakukan secara benar sehingga tidak ada yang ketinggalan.
Setelah jenis-jenis kebutuhan disusun secara lengkap, langkah selanjutnya adalah menentukan komponen harga setiap jenis kebutuhan. Harga pada setiap komponen yang ditetapkan harus benar-benar sesuai dengan  harga pasar, atau harga dipatok berdasarkan prediksi kondisi yang akan terjadi pada periode tertentu.
Hasil penilaian kebutuhan usaha dapat disusun secara rinci sehingga terlihat secara jelas apa saja jenis kebutuhan usaha yang diperlukan. Selain itu, dapat diketahui jumlah biaya setiap komponen dan pada akhirnya dapat dihitung biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan atau menjalankan usaha tersebut.
Dengan diketahuinya total kebutuhan usaha, dapat diketahui berapa kekurangan dana yang dimiliki sekarang ini. Untuk menutup kekurangan biaya kebutuhan usaha tersebut dapat dicarikan dari berbagai sumber, baik dari modal sendiri maupun modal pinjaman. Namun biasanya untuk usaha yang baru berjalan, pihak perbankan sulit atau bahkan tidak mau meminjamkan modal.
Dalam praktiknya perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan baik yang merupakan perluasan usaha atau penambahan kapasitas produksi. Artinya dunia perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan. Oleh karena itu, untuk usaha yang baru kebutuhan dana dapat diperoleh dari modal sendiri atau pihak lainnya. Modal sendiri dapat berupa penyetoran modal dari pemegang saham atau dari modal sumbangan. Bagi perusahaan yang sudah berjalan, disamping modal bank dapat pula menggunakan cadangan laba atau laba yang belum dibagi.

B.  Biaya kebutuhan usaha
Setelah kita mengetahui jenis kebutuhan yang diperlukan untuk usaha, kita akan merinci jumlah setiap jenis kebutuhan. Kemudian harus disusun anggaran untuk kegiatan dalam periode tertentu. Artinya, dengan mengetahui jenis dan jumlah kebutuhan usaha, kita dapat membuat rencana anggaran untuk memulai suatu usaha dan selama perusahaan berjalan beberapa periode.
Besarnya dana (uang) yang akan digunakan untuk menutup biaya dan jenis-jenis biaya yang diperlukan dibuat secara rinci berdasarkan harga saat ini, rincian komponen jenis kebutuhan dan total biaya yang dikeluarkan ini kita kenal dengan nama biaya kebutuhan usaha. Banyaknya jenis dan jumlah yang digunakan untuk kebutuhan usaha disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan. Artinya, komponen biaya kebutuhan usaha tergantung dari jenis usahanya.[2]
Secara garis besar jenis-jenis komponen kebutuhan usaha meliputi :
1.      Biaya pra investasi terdiri dari :
a.       Biaya pengurusan izin-izin
b.      Biaya studi kelayakan
2.      Biaya pembelian aktiva tetap, dibagi menjadi dua. Yaitu :
a.       Aktiva tetap berwujud, seperti :
-          Tanah
-          Gedung/bangunan
-          Mesin
-          Kendaraan
-          Dan lainnya
b.      Aktiva tetap tidak berwujud, seperti :
-          Hak paten
-          Franchises
-          Merek
-          Dan lainnya

3.      Biaya operasional, terdiri dari :
-          Gaji karyawan
-          Upah
-          Biaya administrasi
-          Biaya listrik
-          Biaya telepon
-          Biaya air
-          Biaya pemeliharaan
-          Pajak
-          Premi asuransi
-          Biaya pemasaran
-          Dan biaya lainnya[3]
C.  Contoh kebutuhan usaha

Berikut ini contoh kasus untuk menilai biaya kebutuuhan in-vistasi yang dikeluarkan jika kita hendak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pom bensin disuatu lokasi tertentu.[4]
No
Nama Kebutuhan
Jumlah (Rp)
1
Biaya Pra investasi
350.000.000.00,-
2
Biaya Aktiva Tetap
a.       Biaya pembelian tanah untuk lokasi SPBU (3000 m)

b.      Biaya bagunan  dan parasarnanya

-          Bangunan kantor 1 buah
-          Kios penjualan 4 buah
-          Bangunan gudang 1 buah
-          Mushollah 1 buah
-          Toilet 2 buah
-          Banguna gengset 1 buah
-          Jalan dan penerangan
-          Pagar dan taman 
-          Rumah racun api 
-           Signboard pertamina 2 buah
-          Mobil 2 buah
-          Sarana dan perlengkapan lainnya

c.       Biaya pembelian peralatan
-          Tangki pendam 4 buah
-          Pompa BBM 6 buah
-          Listrik PLN 10.000 watt
-          Mesin diesel 2 buah
-          Pemadam api   

d.      Investasi kantor
-          Meja 3 buah
-          Kursi 6 buah
-          Lemari dan rak 3 buah
-          Computer 2 buah
-          Telepon 2 buah    
-          Mesin fax 1 buah

e.       Modal kerja
-          Biaya bahan baku  selama 1 bulan
-          Biaya tenaga kerja 6 bulan
-          Listrik, air, telepon dll 

9.000.000.000.00,-

50.000.000.00,-
70.000.000.00,-
25.000.000.00,-
10.000.000.00,-
10.000.000.00,-
90.000.000.00,-
75.000.000.00,-
15.000.000.00,-
20.000.000.00,-
15.000.000.00,-
25.000.000.00,-
50.000.000.00,-


800.000.000.00,-
300.000.000.00,-
15.000.000.00,-
80.000.000.00,-
55.000.000.00,-


1.500.000.00,-
1.200.000.00,-
2.250.000.000,-
8.000.000.00,-
1.000.000.00,-
500.000.00,-


500.000.000.00,-
45.000.000.00,-
35.000.000.00,-
Jumlah Kebutuhan investasi
11.950.950.000.00,-
Dana yang tersedia (modal sendiri)
7.  000.000.000.00,-
Dana pinjaman
4.950.950.000.00,-

Secara garis besar kebutuhan investasi digambarkan sebagai berikut:[5]
No
Nama Kebutuhan
Jumlah
1
Kebutuhan investasi
-          Biaya prainvestasi
-          Biaya pembelian tanah
-          Biaya bagunan dan prasananya
-          Biaya pembelian peralatan
-          Inventaris kantor  
-          Modal kerja  

350.000.000.00,-
9.000.000.000.00,-
755.000.000.00,-
1.250.000.000.00,-
15.950.000.00,-
580.000.000.00,-
Jumlah kebutuhan dana                                                   11.950.950.000.00,-
Dana sendiri                                                                      7.000.000.000.00,-
Dana pinjaman bank                                                            4.950.950.000.00,-


 BAB III
PENUTUP 
A.    Kesimpulan
Kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan suatu usaha pada awal perusahaan didirikan. Terdapat berbagai jenis kebututuhan sesuai dengan bidang usaha masing-masing.
Modal-modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha, melalui dari biaya prainvestasi, pengurusan izin-izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja. Sementara itu, modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelolah atau menjalankan suatu usaha. Modal yang pertama kali dikeluarkan digunakan untuk membiayai pendirian perusahaan (prainvestasi), mulai dari perapan yang diperlukan sampai perusahaan tersebut berdiri (memiliki badan usaha).

B.     Saran
Hasil penilaian kebutuhan usaha dapat disusun secara rinci sehingga terlihat secara jelas komponen-komponen kebutuhan usaha yang diperlukan. Kemudian, dapat diketahui pula jumlah biaya setiap komponen yang dibutuhkan untuk mendirikan atau menjalankan usaha tersebut. Dengan diketahuinya total kebutuhan usaha,kita dapat mengetahui  berapa kekurangan dana yang kita miliki sekarang ini dari total kebutuhan usaha. Jenis dan jumlah yang digunakan untuk kebutuhan usaha disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan. 







DAFTAR PUSTAKA

Kasmir. 2010. Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali pers.
http://mutmainnahjudge.blogspot.com/2013/10/menilai-kebutuhan-usaha.html.
http://watirisna71.blogspot.com/2013/02/menilai-kebutuhan-usaha.html.



[1] Kasmir. 2010. Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali pers
[4] http://mutmainnahjudge.blogspot.com/2013/10/menilai-kebutuhan-usaha.html.
[5] http://watirisna71.blogspot.com/2013/02/menilai-kebutuhan-usaha.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEJARAH PERADABAN ISLAM

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Sejarah peradaban islam mempunyai dua konsep. Pertama, sejarah memberikan pem...