Minggu, 04 Juni 2017

Cara mendirikan suatu usaha

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Dunia pendidikan dan dunia bisnis merupakan dua dunia yang sepintas sangat berbeda tapi pada dasarnya saling terkait dan  saling bergantung satu sama lainnya. Oleh karena itu maka seseorang dari dunia pendidikanpun perlu mempelajari bagaimana cara memulai sebuah usaha. Selain itu juga sebuah wirausaha bisa sangat menunjang kemandirian suatu sistem  pendidikan dari sisi ekonomi juga bisa meningkatkan taraf hidup orang-orang yang bergelut di dunia pendidikan dan semua pihat yang terkait.

B.      Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian usaha?
2.    Apa saja jenis-jenis badan usaha?
3.    Apa saja jenis-jenis surat izin usaha?
4.    Apa saja faktor-faktor penyebab kegagalan usaha?
5.    Bagaimana ciri-ciri orang yang sukses?

C.      Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan, juga agar kita semua tau apa itu wirausaha, dan bagaimana memulainya, bagaimana mendapatkan peluang untuk memulai usaha juga untuk mengetahui manfaat dari wirausaha itu sendiri.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN USAHA
Usaha adalah aktivitas yang dilakukan oleh  manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Jika diartikan secara khusus, istilah usaha dapat diartikan ke dalam banyak makna dan sangat bergantung dengan di mana istilah usaha ini digunakan di bidang bisnis. misalnya, usaha biasanya identik dengan aktivitas bisnis, sedangkan di dunia fisika, usaha merupakan faktor dari perpindahan dengan gaya.

B.     JENIS-JENIS BADAN USAHA
Pengertian Badan Usaha sendiri ialah suatu kesatuan teknis, dan ekonomis dimana memiliki tujuan untuk mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha sangat sering disamakan atau identik dengan perusahaan, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat besar. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi. Jadi, Badan Usaha memiliki ruang lingkup yang lebih besar karena sebuah badan usaha bisa memiliki satu atau beberapa perusahaan. Jenis- jenis Badan Usaha dapat dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, kepemilikan modal, dan wilayah Negara.Jenis Badan Usaha Berdasarkan Kegiatan Yang Dilakukan, Terdiri Dari:
1.      Badan Usaha Ekstraktif
Badan usaha ini mengambil apa yang telah tersedia di alam. Contoh badan usaha ekstraktif: PT Pertamina dan PT Bukit Asam.[1]



2.      Badan Usaha Agraris
Badan usaha ini berusaha membudidayakan tumbuh-tumbuhan atau segala kegiatan yang berkaitan dengan pertanian. Contoh badan usaha agraris: PT Perkebunan Negara, Badan Usaha Pembibitan, dan Badan Usaha Tambak.
3.      Badan Usaha Industri
Badan usaha ini berusaha meningkatkan nilai ekonomi barang dengan jalan mengubah bentuknya. Contoh badan usaha industri: PT Kimia Farma.

4.      Badan Usaha Perdagangan
Badan usaha ini bergerak dalam aktivitas yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang tanpa mengubah bentuknya untuk memperoleh keuntungan. Contoh badan usaha perdagangan: PT Matahari.
5.      Badan Usaha Jasa
Badan usaha ini memenuhi kebutuhan konsumen dengan jalan menyediakan jasa kepada masyarakat. Contoh badan usaha jasa: PT Bank Rakyat Indonesia. Jenis Badan Usaha Berdasarkan Kepemilikan Modal, Terdiri Dari:
a.      Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta (nasional dan asing) dan mempunyai tujuan utama mencari laba.
b.      Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang pemilik modalnya adalah Negara atau pemerintah. Contoh BUMN: PT Kereta Api, PT Timah Bangka, dan PT Peruri.
c.       Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)[2]
Badan Usaha Milik Daerah adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Contoh BUMD: Bank Pembangunan Daerah (BPR).
6.      Badan Usaha Campuran
Badan usaha campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian dimiliki swasta dan sebagian lagi dimiliki oleh pemerintah. Contoh Badan usaha campuran: PT Pembangunan Jaya yang modalnya dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta dan pihak swasta.
Jenis-Jenis Badan Usaha Berdasarkan Wilayah Negara, Terdiri Dari:
a.      Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri:
Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh masyarakat Negara itu sendiri.
b.      Badan Usaha Penanaman Modal Asing
Badan Usaha Penanaman Modal Asing adalah badan usaha milik masyarakat luar negeri yang beroperasi di dalam negeri.

Di Bawah Ini Adalah Jenis-Jenis Dari Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia, Diantaranya Sebagai Berikut Ini:
1.      Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN yaitu badan usaha yang semua modalnya ataupun sebagaian modalnya dimiliki oleh pemerintah dan status pegawai yang bekerja di BUMN adalah pegawai negeri. BUMN saat ini ada 3 (tiga) macam, diantaranya yaitu:
a.      Perjan
Perjan yaitu bentuk BUMN yang semua modalnya dimiliki oleh pemerintah. Badan usaha ini berorientasi pada pelayanan masyarakat. Karena selalu mengalami kerugian sekarang ini sudah tidak ada lagi perusahaan BUMN yang memakai model Perjan, sebab besarnya biaya yang digunakan untuk memelihara perjan tersebut. Contoh Perjan misalnya seperti: PJKA yang sekarang sudah berganti menjadi PT. KAI (PT Kereta Api Indonesia).
b.      Perum
Perum yaitu Perjan yang sudah diubah. Sama seperti Perjan, Perum dikelolah oleh pemerintah dengan status pegawainya yaitu pegawai negeri. Akan tetapi perusahaan ini masih mengalami kerugian meskipun status Perja telah diubah menjadi Perum. Sehingga pemerintah harus menjual sebagian sahamnya kepada publik dan statusnya berubah menjadi Persero.
c.       Persero
Persero yaitu badan usaha yang dikelola oleh pemerintah atau negara. Sangat berbeda dengan Perjan maupun Perum, tujuan dari Persero adalah untuk mencari keuntungan dan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga Persero tidak akan mengalami kerugian. Biaya untuk mendirikan persero sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara dan pemimpin Persero disebut dengan Direksi, serta pegawai yang bekerja berstatus sebagai pegawai swasta. Perusahaan ini tidak mendapatkan fasilitas dari negara Dan badan usaha Persero ditulis dengan PT (Nama dari perusahaan).
Beberapa contoh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini, misalnya seperti: PT Jasa Raharja, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia dan lain-lain.[3]

2.      Badan Usaha Milik Swasta ( BUMS )
BUMS yaitu badan usaha yang dimodali maupun didirikan oleh seseorang ataupun kelompok swasta. Macam-macam BUMS yang diantaranya sebagai berikut ini.
a.      Firma (Fa)
Firma yaitu suatu Badan Usaha yang didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih, yang dimana setiap anggotanya mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Untuk mendirikan firma dilakukan dengan cara membuat akta perjanjian dihadapan Notaris. Yang dimana perjanjian itu memuat nama dari pendiri Firma, cara membagi-bagi keuntungan yang diperoleh, serta waktu dimulai maupun diakhirinya perjanjian tersebut.
b.      CV (Commanditaire vennotschap) atau Persekutuan Komanditer
CV merupakan badan usaha yang didirikan olah 2 (dua) sekutu orang ataupun lebih, yang dimana sebagian merupakan sekutu aktif dan sebagian lainnya lagi merupakan sekutu pasif. Sekutu aktif yaitu mereka yang menyertakan modal sekaligus menjalankan usahanya sedangkan sekutu pasif yaitu mereka yang menyertakan modal dalam usaha tersebut. Sekutu aktif mempunyai tanggung jawab penuh terhadap semua kekayaan dan terhadap utang perusahaan, sedangkan sekutu pasif hanya mempunyai tanggung jawab terhadap modal yang diberikan.
c.       PT (Perseroan Terbatas)
PT merupakan badan usaha yang modalnya terbagi atas saham-saham, tanggung jawabnya terhadap perusahaan bagi para pemiliknya hanya sebatas sebesar saham yang dimiliki. Saat ini ada 2 (dua) macam PT yaitu PT Tertutup dan PT terbuka. Yang dimaksud dengan PT tertutup adalah PT yang dimana pemegang sahamnya terbatas hanya dikalangan tertentu saja seperti misalnya[4] hanya di kalangan keluarga, sedangkan yang dimaksud dengan PT terbuka adalah PT yang saham-sahamnya dijual kepada publik atau umum.
Beberapa contoh Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) saat ini, misalnya seperti: PT Pupuk Kaltim, PT Union Metal, PT Djarum, PT Holcim, PT Karakatau Steel dan lain-lain.

3.      Koperasi
Menurut UU No. 25 tahun 1992, koperasi adalah bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi raktyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. 
A.    JENIS-JENIS IZIN USAHA
Berdasarkan undang-undang nomor 3 tahun 1982 tentang surat izin usaha yaitu setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan didirikan harus mempunya surat izin usaha.Perizinan usaha adalah alat atau instumen untuk membina, mengarahkan, mengawasi, dan menerbitkan penerbitan usaha. Dalam praktiknya, dokumen-dokumen yang diperlukan oleh suatu usaha adalah: 
1.    Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 
2.    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 
Ketentuan mengenai NPWP di dalam undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan tercantum dalm pasal 2,di mana di atur juga ketentuan mengenal pengukuhan pengusaha kena pajak,surat pemberitahuan pajak,dan tata cara pembayaran pajak.
3.    Bukti diri 
Di samping dokumen di atas, izin-izin perusahaan lainnya harus segera diurus sesuai dengan bidang usahanya, antara lain: 
1.    Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Departemen Perdagangan 
2.    Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Departemen Perindustrian 
3.    Izin Domisili, diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan itu berdiri.
4.    Izin gangguan, yang dapat diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan berdomisili 
5.    Izin Mendirikan Bangunan (IMB), diperoleh melalui pemerintah daerah setempat.

B.     FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN USAHA
  1. Tidak Memiliki tujuan hidup
Kebanyakan orang-orang masih sangat bergantung pada “nasib” atau “hoki” yang tidak jelas. Jika Anda mau sukses, maka hal yang utama harus Anda lakukan adalah membuat tujuan hidup secara jelas dan terukur agar suatu saat kelak dapat dievaluasi.
  1. Tidak Memvisualisasikan Rencana
Orang-orang sering berpandangan bahwa tujuan hidupnya ada di kepala alias dalam pikiran. Hal ini merupakan kesalahan besar karena pikiran kita sangat dipengaruhi oleh beberapa variabel yang cenderung negatif.
Jujur saja, dalam kondisi seperti ini kebanyakan dari kita seringkali justru menyalahkan diri kita sendiri atau pikiran kita. Maka hal terbaik yang perlu dilakukan adalah memvisualisasikan (mencatatat) tujuan hidup dalam sebuah buku.
Jadi mulai saat ini catatlah tujuan hidup Anda dalam sebuah buku agar dapat Anda buka dan Anda pelajari. Tandai tujuan mana saja yang telah berhasil Anda raih.
  1. Tindakan Yang Tidak Efektif
Anda pernah mendengar istilah NATO? Not Action Talking Only, alias hanya besar omongan saja tapi tidak ada aksi atau tindakan. Ini erat hubungannya dengan point 1 dan 2 diatas. Tujuan jelas, divisualisasikan pula dengan baik, namun jika tidak dikerjakan sama juga bohong. Yang ada sukses tidak akan menghampiri orang yang malas.
  1. Tidak Memiliki Komitmen
Banyak orang yang tidak sukses disebabkan oleh kurangnya komitmen untuk sukses dan tidak fokus. Terutama untuk diri sendiri dan mitra usaha atau bisnis.
Pada akhirnya, ketika menemui hambatan langsung putus asa. Tantangan dan hambatan tentu selalu ada dalam setiap usaha, yang Anda perlukan adalah komitmen yang kuat untuk bangkit dalam menghadapi tantangan.
  1. Tidak Berniat Mengembangkan Diri
Mereka yang belum sukses selalu menganggap remeh tiap diadakan acara yang bertujuan untuk pengembangan diri, dan cenderung tidak menghargai mitra usaha atau bisnis.
Kebanyakan dari mereka merasa sudah hebat dalam berbagai hal, atau bahkan memiliki banyak alasan agar tidak ikut mengembangkan diri. Bisa jadi hal ini sebenarnya yang akan menghambat kesukesan mereka. [5]




  1. Salah Memilih Teman
Dalam hal ini bukan soal memilih-milih teman dalam bergaul. Jika Anda ingin sukses bertemanlah dengan orang yang sukses. Pada umumnya orang yang gagal tidak mau menunjukkan jalan sukses untuk kita, karena mereka sendiri belum pernah merasakan kesuksesan.
  1. Memiliki Sifat Sombong Dan Angkuh
Ada sebuah ungkapan mengatakan begini, kesombongan awal dari kehancuran. Ungkapan ini ditujukan untuk menggambarkan bahwa kesombongan dapat menyeret Anda pada jalur kehancuran.

C.    CIRI-CIRI ORANG SUKSES
  1. Memiliki Impian Besar
Anda harus memiliki impian besar untuk mendorong kesuksesan yang telah dicita-citakan. ”Tanpa Impian semua itu tidak akan terjadi”. Karena impian adalah sebuah naluri manusia yang mendorong dan merangsang kita untuk selalu maju.
Dapatkah anda membayangkan, tanpa impian seseorang yang dulunya dianggap mengada-ada seperti Ampere si Penemu Elektromagnet (Magnet Listrik) sehingga saat ini kita dapat mengukur arus listrik dengan alat temuannya.
Demikian pula seorang Aiken Si Penemu Komputer yang sampai sekarang komputerisasi merupakan sebuah sistem yang paling canggih. Thomas Alva Edison Si Penemu Bola Lampu Listrik, mungkin saja tanpa dia sampai hari ini tiap malam kita masih dikelilingi oleh lilin untuk penerangan.

  1. Rencana Tindak Lanjut
Tindakan tanpa rencana mustahil membuat Anda berhasil demikian halnya rencana tanpa tindakan adalah sebuah keniscayaan. Sebagus apapun rencana, tanpa action sama aja boong. Jadi buatlah rencana dalam bentuk tindakan yang efektif.Seorang Zig Ziglar pernah berkata, bahwa untuk mencapai impian, yang paling penting adalah kita harus memiliki satu rencana tindakan yang realistis dan dapat terlaksana.
  1. Bergaulan dan Belajar dari Orang Sukses
Sebuah nasihat bijak mengatakan begini, kalau ingin hidup panjang umur, tanyalah kepada orang yang panjang usianya. Kalau ingin kaya tanyalah kepada orang kaya dan kalau ingin menjadi sukses tanyalah kepada mereka yang sukses.Kesukesan adalah milik dan hak setiap orang yang benar-benar mau memperjuangkan hidupnya untuk meraih kesuksesan. Karena yang namanya kesuksesan tidak akan pernah didapatkan secara tiba-tiba akan tetapi harus diperjuangkan demi orang-orang yang kita cintai atau keluarga kita. [6]









BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
                        Dari makalah di atas dapat di simpulkan sebagai berikut :    
1.      Usaha adalah aktivitas yang di lakukan oleh manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
2.      Jenis-jenis badan usaha :
a.     Badan usaha ekstraktif
b.    Badan usaha agraris
c.     Badan usaha industri
d.    Badan usaha perdagangan
e.     Badan usaha jasa
3.      Jenis-jenis surat izin usaha  :
a.       Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Departemen Perdagangan 
b.      Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Departemen Perindustrian 
c.       Izin Domisili, diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan itu berdiri.
d.      Izin gangguan, yang dapat diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan berdomisili 
e.       Izin Mendirikan Bangunan (IMB), diperoleh melalui pemerintah daerah setempat.
4.      Faktor penyebab kegagalan usaha
a.    Tidak Memiliki tujuan hidup
b.    Tidak Memvisualisasikan Rencana
c.    Tindakan yang tidak efektif
d.   Tidak memiliki komitmen
e.    Tidak berniat mengembangkan diri
f.     Salah memilih teman
g.    Memiliki sifat sombong dan angkuh
5.      Ciri-ciri orang sukses :
a.    Memiliki impian besar
b.    Rencana tidak lanjut
c.    Bergaulan dan belajar dari orang sukses




























DAFTAR PUSTAKA

Alma, buchari. 2010. Pengantar Bisnis. Bandung:Alfabeta
Madura, Jeff. 2007. Introduction To Business. Jakarta:Salemba Empat
Sumarni, murti. 2005. pengantar bisnis. Yogyakarta:Liberty
Tantri, Francis. 2009. Pengantar Bisnis. Jakarta:PT.Raja Grafindo Rasada




[1] Thomas W.zimmerer,norman M.scaborough,selemba empat :Jakarta,2008,Hlm.120
[2] Retno dewanti,S.si,M.M,mitra wacana media:Jakarta 2008,Hlm.150
[3] Timmons,muzyka:Jakarta 1987,Hlm.89
[4] Steinhoff,john f.burgess:Jakarta,1993,Hlm.183
[5] Timmons,muzyka,Loc.Cit.,Hlm.67
[6] Steinhoff,john f.burgess,Loc.Cit.,Hlm.5-7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SEJARAH PERADABAN ISLAM

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Sejarah peradaban islam mempunyai dua konsep. Pertama, sejarah memberikan pem...